Korps PII Wati Deklarasikan Komitmen Selamatkan Generasi dan Jaga Lingkungan

DIGRA.ID – Peringati Hari Lahir ke-60 Tahun, Korps PII Wati Deklarasikan Komitmen Selamatkan Generasi dan Jaga Lingkungan (IST/ Korps PII Wati)

DIGRA.ID – Koorpus Korps PII Wati gelar Peringatan dan Refleksi Hari Lahir Korps PII Wati yang ke-60 tahun yang berlokasi di Digra Caffe, Lebak Bulus-Jakarta Selatan.

Acara ini turut dihadiri oleh Dr. Ulfah Mawardi, M.Pd (Staf Khusus Menteri PPPA), Isti’anah Hamid (Ketua PP muslimah KB PII), Dian Aditya Mandana P (BAZNAS RI), Kholida Annisa (Inisiator Youth Movement for Green Leaders), A.M Syarif (Direktur Eksekutif Turun Tangan), termasuk organisasi pelajar putri dan kader se-Nasional, OKP, dan peserta dari berbagai wilayah.

Tema yang diusung oleh Korpus PII Wati adalah “Perempuan Pelopor Lingkungan: Jaga Alam, Selamatkan Generasi”, menggarisbawahi pentingnya peran perempuan dalam upaya pelestarian lingkungan. Diskusi dan presentasi dalam acara ini menekankan tanggung jawab kolektif untuk menjaga kelestarian bumi demi masa depan generasi mendatang.

Rohayati, S.H, selaku Ketua Korpus Korps PII Wati mengungkapkan apresiasi terhadap partisipasi aktif semua pihak yang hadir. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan memerlukan sinergi antar berbagai sektor, termasuk kontribusi signifikan dari perempuan.

Acara Harlah ini diadakan dengan gerakan masif berupa ajakan ‘Hijaukan Juli’ yang mulai disosialisasikan sejak 20 Juni 2024 lalu kepada seluruh Korwil PII Wati secara Nasional. Dan diisi pula dengan berbagai kegiatan, mulai dari diskusi panel, workshop, hingga presentasi proyek lingkungan yang telah diinisiasi oleh anggota Korps PII Wati. Setiap sesi dirancang untuk memupuk kesadaran dan mendorong tindakan konkret dalam perlindungan lingkungan.

Korpus PII wati menyoroti peluang dari perempuan dan pelajar dalam melakukan Gerakan kolektif. Perempuan memainkan peran penting dalam pelestarian dan pemulihan lingkungan. Karena dengan tradisi dan budaya yang tertanam di Indonesia menjadikan perempuan tumbuh dengan memiliki pengetahuan tradisional dan lokal yang luas terkait lingkungan.

Ditambah dengan jumlah 44,19 juta pelajar di Indonesia saat ini, Korps PII Wati sebagai badan otonom dari PII yang memiliki basis kader dengan entitas perempuan dan pelajar/pelajar putri memiliki peluang besar untuk memainkan perannya menjadi pelopor lingkungan dan berkontribusi dalam usaha pelestarian alam di lingkungan pendidikan.

Karena pada dasarnya berbicara tentang kelestarian lingkungan bukan hanya tentang menjaga planet kita, tetapi juga tentang menciptakan kondisi yang kondusif demi mendukung perkembangan dan pendidikan anak-anak dengan optimal.

Dalam pidatonya Rohayati mendeklarasikan bahwa Harlah Korps PII Wati ke-60 akan mengawal isu lingkuan, “Peringatan Hari Lahir Korps PII Wati yang ke-60 tahun ini menjadi momentum untuk mendeklarasikan diri bahwa PII Wati secara kelembagaan berkomitmen membersamai negara dama menyelamatkan generasi dengan turut berkontribusi dalam upaya-upaya pelestarian alam” ungkapnya.

Mari mengenang Indra Aryadi melalui karya-karyanya

DIGRA.ID – Youtube channel swaravisual, Music Glowing Embers.  (IST/ Youtube channel swaravisual)

Setiap tanggal 26 (hari kepergian Indra Aryadi) dijadikan hari “Rebirth” melalui karyanya. Di bulan ke-11 ini, dirilis “Glowing Embers” yang diproduksi tahun 2017 sebagai OST video art “Dialog Nyawa”.

Seperti pesan Indra Aryadi : “Titik Nol bukan berarti mematikan, tetapi signal kembali supaya bisa “Rebirth” sebagai sesuatu yang baru”. Maka, saya pun “Rebirth” video art yang seakan berada di titik nol & mandek selama 7 tahun akibat kendala teknis, menjadi karya baru berupa Music Video.

Musik Glowing Embers telah rilis di seluruh digital streaming platform, bersamaan dengan Music Video yang sudah bisa disaksikan di YouTube :

Lihat Music Video Glowing Embers

Mari mengenang Indra Aryadi melalui karya-karyanya

 

Ombudsman RI Gelar Rakernas I Tahun 2024

DIGRA.ID – Ombudsman RI Gelar Rakernas I Tahun 2024.  (IST/DSK)

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2024.

“Rakernas I Tahun 2024 yang dilaksanakan berdasarkan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Ombudsman RI Tahun Anggaran 2024 juga membahas arah kebijakan tahun anggaran 2025–2029,” ucap Sekretaris Jenderal ORI Suganda Pandapotan Pasaribu pada pembukaan Rakernas I Ombudsman RI 2024 di Jakarta, Selasa.

Selain evaluasi dan arah kebijakan itu, Rakernas Ombusman juga bertujuan membahas konsolidasi dan penyelesaian program tahun 2024; rencana kerja (renja) tahun 2025; target renstra 2025–2029; dan distribusi target renja tahun 2025–2029, baik di kantor pusat dan perwakilan Ombudsman.

Menurut Suganda, tahun 2024 merupakan periode krusial penyusunan perencanaan karena di tahun ini juga dilakukan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025.

Oleh karena itu, kata dia, Ombudsman perlu menyelaraskan target kinerja pada Renstra 2025–2029 dengan RPJMN 2025–2029 serta Renja 2025 dengan RKP tahun depan.

Suganda mengatakan rakernas merupakan bagian dari akomodasi proses penyusunan perencanaan secara partisipatif.

Selain itu, rakernas juga melibatkan pemangku kepentingan (stakeholder) agar rencana dan program kerja dapat dipahami secara utuh dan menyeluruh oleh semua pihak.

“Rakernas I Tahun 2024 ini secara spesifik diharapkan menghasilkan dokumen perencanaan Ombudsman RI tahun 2025–2029 yang berkualitas serta arah kebijakan dan strategi pengawalan kinerja Ombudsman RI yang mendukung kinerja pemerintah terkait pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik,” ujarnya.

Rakernas I Ombudsman RI Tahun 2024 digelar pada 8–12 Juli 2024 di Jakarta Pusat. Rakernas dibuka langsung oleh Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih.

Kerajinan Bambu Prink Mas yang Mendunia

Kerajinan Bambu Prink Mas yang Mendunia
DIGRA.ID – Kerajinan Bambu Prink Mas yang Mendunia.  (IST/HeavenlyIndonesia)

Pohon bambu selama ini identik dengan bahan baku pembuatan rumah/ bangunan. Namun, di tangan-tangan kreatif, bambu ternyata bisa ‘disulap’ menjadi aneka kerajinan cantik yang benilai jual tinggi. Hal itulah yang secara turun temurun ditekuni oleh warga masyarakat Dusun Brajan Sleman.

Hampir 90% warga masyarakatnya saat ini menekuni usaha kerajinan bambu dengan berbagai macam desain dan ukuran. Keahlian (skill) mereka dalam memproduksi kerajinan bambu diperoleh dari simbah (nenek moyang) yang sejak dahulu juga dikenal sebagai pengrajin bambu.

Salah seorang pengrajin yang sejak puluhan tahun lalu mengembangkan produksi kerajinan bambu di Dusun Brajan adalah Bapak Sulisman (51). Pria yang dikenal juga sebagai Pak Dukuh/ Kepada Dusun Brajan tersebut merupakan generasi ketiga sebagai pengrajin bambu setelah simbah dan orang tuanya. “Pada awalnya, mereka (orang tua) hanya mengerjakan pembuatan tempat nasi (bakul) saja, kemudian tahun 90’an kita sebagai generasi penerus mulai mengembangkan produk, baik dari segi desain maupun teknologinya,” jelas Pak Sulis.

Dengan ketekunan yang dimiliki seluruh warganya, akhirnya Brajan mulai dikenal sebagai salah satu sentra produksi kerajinan bambu, bahkan secara resmi dikukuhkan sebagai Desa Wisata Kerajinan Bambu Brajan.

LIHAT VIDEO : KERAJINAN BAMBU😍❗ PRINK MAS 😍❗SLEMAN-YOGYAKARTA❗

Bagi Pak Sulisman, dikenalnya Brajan sebagai sebuah desa wisata sedikit banyak mampu mengangkat kesejahteraan para warganya.

“Dengan status sebagai desa wisata, akhirnya banyak donatur dan investor yang mau membangun beberapa infrastruktur pendukung di Brajan, diantaranya pembangunan jalan, gapura, dll,” imbuhnya.

Sehingga, dengan adanya fasilitas yang lebih layak, banyak wisatawan yang tidak mengalami kesulitan lagi untuk menjangkau lokasi-lokasi kerajinan bambu yang tersebar di seluruh wilayah Desa Brajan.

Sementara untuk Prinx Mas sendiri, Pak Sulisman mengaku saat ini mampu memproduksi ratusan jenis kerajinan setiap bulannya. Produk-produk tersebut antara lain keranjang buah, tempat tissue, keranjang hantaran, tempat nasi, lampu-lampu hias, piring-piring, dll.

“Selama ini kami memproduksi sesuai dengan pesanan, jadi jumlahnya tidak menentu, pernah kami memproduksi 7.000 pcs dalam 2 bulan, namun rata-rata berada pada kisaran 100-400 pcs/ bulan,” terang bapak tiga orang putra tersebut. Aneka produk kerajinan tersebut dijual dengan harga Rp.1.500,00-Rp.300.000,00/ pcs, tergantung jenis dan ukurannya.

Hari Dunia Menentang Pekerja Anak (HDMPA) 2024

DIGRA.ID – Hari Dunia Menentang Pekerja Anak (HDMPA) Tahun 2024.  (IST/DSK)

Tanggal 12 Juni setiap tahunnya menjadi agenda internationl yang diperingati sebagai Hari Dunia Menentang Pekerja Anak-HDMPA (World Day Against Child Labour – WDACL). Sejak diluncurkan pertama kalinya oleh Organisasi Internasional untuk Perburuhan (ILO) pada tahun 2002, peringatan HDMPA telah menjadi momentum untuk refleksi seluruh pemangku kepentingan dalam upaya penghapusan pekerja anak. Peringatan HDMPA tahun 2024 mengusung tema “Saatnya Mewujudkan Komitmen Kita: Akhiri Pekerja Anak”. Tema ini dipilih tentunya untuk memastikan agenda-agenda disetiap negara yang telah berkomitmen penghapusan pekerja anak melalui ratifikasi Konvensi ILO Nomor 138 dan Konvensi ILO 182, serta komitmen-komitmen lainnya yang telah di agendakan dalam program-program strategis nasional untuk penghapusan pekerja anak dapat diwujudkan dalam aksi nyata.

Direktur Ketenagakerjaan Bappenas, Dr. Nur Hygiawati Rahayu yang akrab dipanggil Ibu Yuke, selaku Koordinator Nasional PAACLA Indonesia menyampaikan “Dukungan ini menjadi bukti bahwa kemitraan untuk penanggulangan pekerja anak telah menjadi komitmen bersama. Karena kunci dari keberhasilan kita dalam penanggulangan pekerjaan adalah kemitraan atau kolaborasi. PAACLA sebagai wadah dari kemitraan multipihak akan berupaya merangkul lebih banyak pihak untuk terlibat dalam aksi-aksi selanjutnya, tidak hanya terbatas pada event HDMPA ini saja, namun lebih konkrit lagi dalam program-program di komunitas yang berkelanjutan.”

“Pada momentum HDMPA 2024 ini, PAACLA Indonesia dan JARAK mengajak dan mendorong semua pihak, baik pemerintah, organisasi masyarakat sipil, UN, INGOs, sektor bisnis dan berbagai pihak lainnya, untuk menunjukkan kemajuan dan komitmen bersama dalam penghapusan pekerja anak, menuju Generasi Indonesia Emas 2045”, tegasnya lebih lanjut.

Isu pekerja anak memang masih menjadi permasalahan global, jumlah pekerja anak secara global menurut ILO pada tahun 2021 diperkirakan masih ada sekitar 160 juta anak. Sementara itu di Indonesia, pada tahun 2021 terdapat sekitar 3,36 juta anak usia 10-17 tahun yang bekerja. Dari jumlah tersebut terdapat sekitar 1,05 juta anak berada dalam katagori pekerja anak yang dilarang dalam Undang-undang Ketenagakerjaan. Lebih dari separo jumlah pekerja anak (58,5% atau sekitar 817 ribu anak) berada di perdesaan.

Menjelang puncak peringatan HDMPA 12 Juni 2024, PAACLA Indonesia dan JARAK berkolaborasi dengan berbagai pihak menyelenggarakan HDMPA tingkat nasional dan daerah. Ditingkat nasional, penyelenggaraan HDMPA di pusatkan di Eco Park Tebet, Jakarta Selatan. Kegiatan yang diselenggarakan hari minggu, 9 Juni 2024. Peringatan HDMPA memilih pada hari libur agar kemeriahan HDMPA dapat dikuti oleh banyak anak-anak serta masyarakat umum yang datang di taman kota Tebet Eco Park. Acara HDMPA di Jakarta dihadiri lebih dari 200 peserta, yang terdiri dari komunitas-komunitas anak yang ada di Jabodetabek seperti komunitas Teman Baik, Jala Samudra Mandiri, ErKa, KDM Bekasi, ErBe, KOMPAK, YPSI Banten, Forum Anak Nasional, Forum Anak Jakarta, YDI-Bekasi, dan komunitas-komunitas lainnya.

Selain dihadiri komunitas anak, HDMPA tingkat Nasional juga dihadiri Kementerian/Lembaga yaitu Kementerian Koordinator Bidang PMK, BAPPENAs, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian PPPA, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, dan Perwakilan Akademisi dari Universitas Indonesia. Turut hadir juga sejumlah perusahaan dan lembaga anggota/stakeholders PAACLA Indonesia dan JARAK, diantaranya Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), PT. Minamas Tbk, PT.Wilmar Group, PT.MAXI, PT. Veolia, IPRO, PKPA, YKAI, Ecpat Indonesia, Gugah Nurani Indonesia, dan PKPA Medan. Dan tidak kalah pentingnya, HDMPA 2024 ini didukung oleh media patner, TEMPO Media dan Jurnalis Berkebangsaan.

Tujuan dari penyelenggaraan HDMPA tahun 2024 ini untuk menguatkan komitmen dan peranan berbagai pihak untuk terlibat dalam penanggulangan pekerja anak. Memberikan sarana bagi berbagai pihak untuk menyampaikan praktik baik dalam penanggulangan pekerja anak. Membuka ruang kreativitas bagi anak untuk terlibat dalam kampanye penanggulangan pekerja anak. Ada banyak kegiatan yang tersaji, antara lain Speak-up dari para perwakilan peserta, antraksi seni dan budaya, edukasi tentang penghapusan pekerja anak, pohon harapan, tandatangan komitmen, dan juga berbagai hadiah hiburan. Acara dimulai pukul 08.00 wib dan berakhir pada pukul 12.30 wib.

Back to Top