Secangkir Kopi, Laptop, dan Sudut Favorit di Digra Coffee & Eatery: Tempat Mimpi-Mimpi Kecil Bertumbuh Setiap Pagi

Secangkir kopi dan laptop di Digra Coffee & Eatery menjadi awal lahirnya ide, karya, dan mimpi yang tumbuh dari rutinitas sederhana setiap pagi. (Ist/tiktok:viechandh)
Secangkir kopi dan laptop di Digra Coffee & Eatery menjadi awal lahirnya ide, karya, dan mimpi yang tumbuh dari rutinitas sederhana setiap pagi. (tiktok/viechandh)

Ada Cerita di Balik Setiap Meja

Pagi selalu datang dengan cara yang sederhana.

Matahari belum terlalu tinggi. Aroma kopi mulai memenuhi ruangan. Beberapa orang datang lebih awal, memilih sudut favoritnya, lalu membuka laptop tanpa banyak bicara.

Di Digra Coffee & Eatery, pemandangan seperti ini hampir menjadi rutinitas setiap hari.

Bukan sekadar orang yang datang untuk menikmati kopi, tetapi orang-orang yang sedang mengejar sesuatu yang lebih besar.

Ada target yang ingin dicapai.

Ada mimpi yang ingin diwujudkan.

Ada kehidupan yang terus diperjuangkan, satu halaman demi satu halaman, satu ide demi satu ide.

Mungkin terlihat biasa.

Namun, di balik layar laptop yang terbuka, ada perjalanan yang tidak semua orang tahu.

Ketika Kopi Menjadi Awal dari Sebuah Perjalanan

Setiap orang memiliki alasan berbeda datang ke coffee shop.

Ada yang memulai hari dengan menyusun proposal kerja.

Ada mahasiswa yang sedang menyelesaikan revisi tugas akhir.

Ada freelancer yang berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya.

Ada pelaku UMKM yang sedang membalas pesanan pelanggan.

Ada editor yang menuntaskan video hingga larut malam dan memilih memulai pagi dengan secangkir kopi hangat.

Ada pula seseorang yang hanya ingin mencari tempat yang tenang untuk menata kembali pikirannya.

Mereka datang dari latar belakang yang berbeda.

Namun, semuanya memiliki tujuan yang sama: membuat hari ini lebih berarti daripada kemarin.

Digra Coffee & Eatery Bukan Sekadar Tempat Nongkrong

Bagi sebagian orang, coffee shop hanyalah tempat menikmati minuman favorit.

Namun, bagi banyak pengunjung, Digra Coffee & Eatery telah menjadi ruang produktif yang menghadirkan kenyamanan untuk berpikir, berdiskusi, bekerja, hingga melahirkan berbagai ide baru.

Di satu meja, mungkin sedang lahir konsep bisnis.

Di meja lain, ada artikel yang sedang ditulis.

Tak jauh dari sana, ada presentasi penting yang harus selesai sebelum siang.

Bahkan, tidak sedikit kolaborasi kreatif yang bermula dari percakapan sederhana sambil menikmati kopi.

Ruang yang nyaman sering kali melahirkan ide-ide terbaik.

Laptop Menjadi Saksi Banyak Perjuangan

Laptop hari ini bukan hanya perangkat kerja.

Ia menjadi ruang belajar tanpa batas.

Tempat seseorang mengikuti kelas daring.

Mengedit foto dan video.

Menulis artikel.

Merancang desain.

Mengirim proposal.

Membangun toko online.

Hingga menyusun rencana usaha yang suatu hari nanti mungkin berkembang menjadi bisnis besar.

Semua itu berawal dari keberanian membuka layar laptop dan memulai.

Tidak ada yang instan.

Yang ada hanyalah proses yang dijalani dengan konsisten.

Di Balik Foto Estetik, Ada Cerita yang Tidak Selalu Terlihat

Media sosial sering menampilkan foto secangkir kopi, laptop, dan meja kayu yang tertata rapi.

Semuanya tampak sempurna.

Namun, tidak semua orang melihat perjuangan di baliknya.

Ada revisi yang tak kunjung selesai.

Ada klien yang belum memberikan kabar.

Ada ide yang berkali-kali gagal.

Ada target yang belum tercapai.

Dan ada seseorang yang tetap tersenyum, meski sedang menghitung bagaimana caranya melewati bulan ini.

Keindahan sebuah perjalanan bukan hanya pada hasil akhirnya.

Melainkan pada keberanian untuk tetap melangkah ketika semuanya belum berjalan sesuai harapan.

Mengapa Banyak Orang Memilih Bekerja di Coffee Shop?

Jawabannya sederhana.

Karena suasana mampu mengubah cara kita berpikir.

Aroma kopi yang baru diseduh.

Suara mesin espresso.

Musik yang mengalun pelan.

Orang-orang yang sibuk mengejar mimpinya masing-masing.

Semua itu menghadirkan energi positif yang membuat banyak orang lebih fokus dan lebih kreatif.

Bagi sebagian orang, secangkir kopi bukan sekadar minuman.

Ia adalah simbol dimulainya perjuangan hari itu.

Mungkin Kita Sedang Berada di Cerita yang Sama

Jika pagi ini kamu membuka laptop di Digra Coffee & Eatery, besar kemungkinan ada orang lain di meja sebelah yang juga sedang berjuang.

Mungkin ia sedang membangun bisnis pertamanya.

Mungkin sedang menulis buku impiannya.

Mungkin sedang mencari pekerjaan.

Mungkin sedang memulai kembali setelah mengalami kegagalan.

Kalian mungkin tidak saling mengenal.

Tetapi kalian dipersatukan oleh semangat yang sama: terus bergerak maju.

Coffee Dan Laptop

Pada akhirnya, secangkir kopi dan laptop bukan tentang mengikuti tren.

Ia adalah lambang dari harapan, keberanian, dan konsistensi.

Di Digra Coffee & Eatery, setiap meja menyimpan kisah yang berbeda.

Ada yang datang membawa mimpi.

Ada yang pulang membawa solusi.

Ada pula yang menemukan inspirasi untuk memulai langkah baru.

Karena masa depan tidak selalu dibangun di ruang rapat yang megah.

Sering kali, ia lahir dari sudut sederhana sebuah coffee shop, ditemani aroma kopi, layar laptop yang menyala, dan keyakinan bahwa setiap langkah kecil hari ini akan membawa kita lebih dekat pada impian esok.

Jadi, jika suatu pagi kamu melihat seseorang duduk diam dengan secangkir kopi dan laptop di hadapannya, jangan buru-buru menilai.

Bisa jadi, di meja sederhana itu, sedang lahir sebuah mimpi yang kelak mengubah kehidupannya. (acs)

7 Alasan Mengapa Digra Coffee & Eatery Selalu Jadi Pilihan Favorit untuk Nongkrong, Kerja, dan Quality Time

DIGRA.ID – Memilih coffee shop saat ini bukan lagi sekadar mencari secangkir kopi yang enak. Banyak orang kini menginginkan tempat yang nyaman untuk bekerja, berdiskusi, mengerjakan tugas, atau sekadar melepas penat setelah beraktivitas.

Di tengah banyaknya pilihan, Digra Coffee & Eatery hadir sebagai destinasi yang menawarkan lebih dari sekadar kopi. Perpaduan suasana yang hangat, menu yang menggugah selera, dan pelayanan yang ramah membuat banyak pengunjung ingin kembali lagi.

Lalu, apa yang membuat Digra Coffee & Eatery layak masuk dalam daftar tempat favorit Anda?

1. Suasana Nyaman yang Membuat Betah Berlama-lama

Begitu memasuki Digra Coffee & Eatery, Anda akan langsung merasakan suasana yang tenang dan nyaman. Tempat ini cocok untuk bekerja dengan laptop, mengerjakan tugas kuliah, meeting santai, hingga menikmati waktu bersama keluarga atau sahabat.

Kenyamanan seperti inilah yang membuat pengalaman ngopi terasa lebih bermakna.

2. Kopi Berkualitas dengan Cita Rasa Konsisten

Bagi pencinta kopi, kualitas adalah segalanya.

Digra Coffee & Eatery menyajikan berbagai pilihan kopi yang diracik dengan bahan berkualitas sehingga menghasilkan rasa yang konsisten di setiap cangkir. Baik Anda penyuka espresso, latte, cappuccino, maupun menu signature, semuanya disiapkan dengan perhatian pada kualitas.

3. Menu Makanan yang Cocok Dinikmati Kapan Saja

Tak hanya kopi, Digra Coffee & Eatery juga menawarkan beragam pilihan makanan yang dapat dinikmati mulai dari camilan hingga hidangan utama.

Perpaduan kopi dan makanan lezat membuat pengalaman bersantai menjadi semakin lengkap.

4. Cocok untuk Semua Momen

Ingin meeting santai? Nongkrong bersama teman? Quality time bersama keluarga? Atau mencari tempat yang nyaman untuk bekerja?

Digra Coffee & Eatery mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan tersebut dalam satu tempat yang nyaman.

5. Sudut Estetik yang Instagramable

Bagi pecinta fotografi maupun media sosial, suasana yang estetik tentu menjadi nilai tambah.

Berbagai sudut di Digra Coffee & Eatery menghadirkan latar yang menarik untuk mengabadikan momen tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung lainnya.

6. Pelayanan Ramah yang Membuat Pengunjung Merasa Dihargai

Pelayanan yang baik sering kali menjadi alasan seseorang kembali ke sebuah tempat.

Di Digra Coffee & Eatery, keramahan staf menjadi bagian dari pengalaman yang ingin diberikan kepada setiap pengunjung. Senyum, respons yang cepat, dan pelayanan yang hangat menjadi nilai tambah yang patut diapresiasi.

7. Harga Bersahabat dengan Pengalaman yang Didapat

Menikmati kopi berkualitas tidak selalu harus mahal.

Digra Coffee & Eatery menghadirkan pilihan menu dengan harga yang tetap bersahabat sehingga pengunjung dapat menikmati suasana nyaman, makanan lezat, dan kopi berkualitas tanpa perlu khawatir menguras kantong.

Kenapa Banyak Orang Ingin Kembali Lagi?

Pada akhirnya, sebuah coffee shop bukan hanya dinilai dari rasa kopinya, tetapi juga dari pengalaman yang diberikan kepada setiap pengunjung.

Digra Coffee & Eatery berusaha menghadirkan kombinasi antara kenyamanan, kualitas menu, pelayanan yang ramah, dan suasana yang membuat siapa pun betah berlama-lama. Itulah alasan mengapa banyak pelanggan menjadikannya sebagai salah satu tempat favorit untuk berkumpul, bekerja, maupun menikmati waktu sendiri. (acs)

Sudah pernah berkunjung ke Digra Coffee & Eatery? Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini kepada teman yang sedang mencari tempat nongkrong nyaman. Siapa tahu, Digra Coffee & Eatery menjadi destinasi favorit mereka berikutnya.

Coffee Shop sebagai Ruang Kolaborasi: Tempat Bertemu Komunitas Kreatif

DIGRA.ID – Coffee Shop sebagai Ruang Kolaborasi: Tempat Bertemu Komunitas Kreati

Coffee shop kini berkembang menjadi lebih dari sekadar tempat menikmati kopi. Di tengah gaya hidup masyarakat urban yang semakin dinamis, coffee shop juga menjadi ruang bertemu bagi komunitas, creativepreneur, pelaku industri kreatif, hingga mereka yang mencari tempat untuk bertukar ide.

Lalu, apa yang membuat coffee shop semakin relevan?

Ada hal menarik dari sebuah coffee shop.

Seseorang mungkin datang hanya untuk minum kopi.

Namun, belum tentu ia pulang hanya membawa pengalaman tentang kopi.

Bisa jadi ia bertemu seseorang.

Mendengar sebuah ide.

Menemukan komunitas.

Mendapatkan inspirasi.

Atau bahkan membuka peluang kolaborasi yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

Bagi kami di Digra Coffee, pengalaman seperti inilah yang membuat coffee shop memiliki fungsi lebih luas. Ia bukan hanya tempat untuk membeli minuman, tetapi juga dapat menjadi ruang bertemu dan membangun koneksi.

Coffee Shop dan Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Urban

Cara orang menggunakan ruang publik telah berubah.

Dulu, coffee shop identik dengan tempat nongkrong, menikmati kopi, atau menghabiskan waktu bersama teman. Kini, aktivitas yang berlangsung di dalamnya jauh lebih beragam.

Ada yang bekerja menggunakan laptop.

Ada yang berdiskusi mengenai bisnis.

Ada komunitas yang mengadakan pertemuan.

Ada creativepreneur yang membicarakan proyek baru.

Ada pula orang yang datang sendirian, tetapi akhirnya bertemu dengan lingkungan baru.

Perubahan ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap ruang tidak selalu bersifat formal.

Tidak semua pertemuan membutuhkan kantor.

Tidak semua acara membutuhkan gedung besar.

Dan tidak semua percakapan kreatif harus dimulai dari ruang rapat.

Di sinilah coffee shop memiliki posisi yang menarik.

Ia menjadi ruang yang lebih santai, terbuka, dan fleksibel.

Ruang Fleksibel untuk Komunitas dan Kreativitas

Dunia kreatif membutuhkan ruang yang fleksibel.

Sebuah komunitas musik membutuhkan tempat untuk berkumpul.

Seorang creativepreneur membutuhkan ruang untuk berdiskusi.

Sebuah brand membutuhkan tempat untuk mengadakan kegiatan.

Komunitas kecil membutuhkan ruang untuk bertemu.

Bahkan, seseorang yang sedang membangun bisnis terkadang hanya membutuhkan tempat yang nyaman untuk menyelesaikan pekerjaan sambil menikmati secangkir kopi.

Coffee shop dapat memainkan peran tersebut.

Bukan untuk menggantikan fungsi kantor.

Bukan pula untuk menggantikan gedung acara.

Namun, coffee shop dapat menjadi titik temu yang lebih informal.

Tempat di mana orang dapat bertemu tanpa terlalu banyak batas.

Tempat di mana percakapan dapat dimulai secara sederhana.

Dan terkadang, justru dari percakapan sederhana itulah sebuah ide besar lahir.

Dari Kopi ke Kolaborasi

Kolaborasi sering kali dimulai dari percakapan.

Dan percakapan membutuhkan tempat.

Dalam ekosistem kreatif, tidak semua pertemuan harus diawali dengan agenda formal. Kadang, semuanya dimulai dari pertanyaan sederhana.

Lo lagi ngerjain apa?”

Dari pertanyaan tersebut, percakapan bisa berkembang ke berbagai arah.

Seseorang mungkin sedang membuat musik.

Orang lain sedang membangun brand.

Yang lain sedang mengembangkan bisnis.

Ada pula yang sedang mencari partner untuk sebuah proyek kreatif.

Mereka mungkin tidak datang ke coffee shop dengan tujuan untuk berkolaborasi.

Namun, pertemuan yang terjadi secara alami dapat membuka kemungkinan baru.

Inilah salah satu alasan mengapa coffee shop dapat menjadi bagian dari ekosistem kreatif.

Sebuah meja kopi terlihat sederhana.

Namun, percakapan yang berlangsung di atasnya bisa menghasilkan sesuatu yang jauh lebih besar.

Sebuah ide.

Sebuah proyek.

Sebuah komunitas.

Atau bahkan sebuah hubungan profesional yang bertahan dalam jangka panjang.

Komunitas Tidak Hanya Membutuhkan Orang, tetapi Juga Ruang

Komunitas tidak tumbuh hanya karena memiliki anggota.

Komunitas juga membutuhkan ruang untuk berinteraksi.

Ruang untuk bertemu.

Ruang untuk bertukar gagasan.

Ruang untuk menyelenggarakan kegiatan.

Dan terkadang, ruang untuk merasa nyaman menjadi diri sendiri.

Coffee shop memiliki keunggulan karena suasananya relatif terbuka.

Seseorang bisa datang sendiri.

Datang bersama teman.

Datang untuk bekerja.

Atau datang sebagai bagian dari komunitas.

Dalam konteks tersebut, coffee shop dapat berkembang menjadi sebuah hub.

Bukan sekadar tempat transaksi antara penjual dan pembeli.

Namun, menjadi titik temu bagi orang-orang dengan latar belakang, minat, dan aktivitas yang berbeda.

Ketika interaksi terjadi secara konsisten, sebuah tempat perlahan dapat membangun identitasnya sendiri.

Orang mulai mengenal satu sama lain.

Komunitas mulai terbentuk.

Kegiatan mulai bermunculan.

Dan ruang tersebut akhirnya memiliki cerita yang lebih besar daripada sekadar menu yang ditawarkan.

Ketika Coffee Shop Menjadi Bagian dari Komunitas

Ada perbedaan antara tempat yang hanya dikunjungi dan tempat yang terasa menjadi bagian dari kehidupan seseorang.

Sebuah coffee shop mungkin awalnya hanya menjadi tempat untuk membeli kopi.

Namun, seiring waktu, pengunjung mulai mengenal barista.

Bertemu dengan orang yang sama.

Mengikuti kegiatan komunitas.

Menghadiri acara.

Atau menemukan teman baru.

Pada titik tertentu, hubungan antara tempat dan pengunjung mulai berubah.

Coffee shop tidak lagi hanya menjadi lokasi.

Ia menjadi bagian dari perjalanan komunitas.

Inilah yang membuat ruang fisik tetap memiliki arti di tengah kehidupan digital.

Kita memang dapat berkomunikasi melalui layar.

Kita dapat melakukan rapat secara virtual.

Kita dapat membangun jaringan melalui media sosial.

Namun, ada pengalaman tertentu yang hanya dapat terjadi ketika manusia bertemu secara langsung.

Sebuah obrolan spontan.

Tawa di satu meja.

Perkenalan yang tidak direncanakan.

Atau ide yang muncul ketika dua orang dengan latar belakang berbeda bertemu.

Hal-hal seperti ini sulit digantikan sepenuhnya oleh teknologi.

Mengapa Coffee Shop Semakin Relevan bagi Creativepreneur?

Bagi creativepreneur dan pelaku industri kreatif, lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap proses berpikir.

Ruang yang tepat dapat memunculkan inspirasi.

Pertemuan yang tepat dapat membuka koneksi.

Dan komunitas yang tepat dapat memberikan dukungan.

Karena itu, coffee shop memiliki peluang untuk menjadi bagian dari ekosistem tersebut.

Bukan hanya karena kopinya.

Tetapi karena pengalaman yang tercipta di dalamnya.

Seorang desainer mungkin bertemu dengan pemilik brand.

Musisi dapat bertemu dengan fotografer.

Pelaku UMKM dapat bertemu dengan digital creator.

Komunitas dapat bertemu dengan calon partner kolaborasi.

Pertemuan seperti ini mungkin terlihat kecil.

Namun, ekosistem kreatif memang sering tumbuh dari hubungan-hubungan kecil yang dibangun secara konsisten.

Digra Coffee dan Gagasan tentang Ruang Bertemu

Bagi Digra Coffee, coffee shop bukan hanya tentang bagaimana seseorang menikmati kopi.

Lebih dari itu, ada nilai yang muncul dari setiap pertemuan.

Ketika sebuah tempat dapat digunakan untuk berdiskusi, berkegiatan, membangun komunitas, dan menciptakan kolaborasi, maka ruang tersebut memiliki fungsi yang lebih luas.

Inilah yang membuat konsep coffee shop sebagai ruang kolaborasi semakin menarik.

Sebuah tempat tidak harus selalu besar untuk menjadi berarti.

Yang lebih penting adalah bagaimana ruang tersebut digunakan.

Siapa yang bertemu di dalamnya.

Percakapan apa yang terjadi.

Dan cerita apa yang akhirnya lahir.

Dalam konteks inilah Digra Coffee melihat peluang untuk menjadi bagian dari perjalanan komunitas dan ekosistem kreatif.

Sebuah ruang yang terbuka untuk pertemuan.

Sebuah tempat untuk bertukar gagasan.

Dan sebuah titik temu bagi mereka yang percaya bahwa ide sering kali tumbuh ketika manusia mau duduk bersama.

Masa Depan Coffee Shop Bukan Hanya tentang Kopi

Mungkin masa depan coffee shop bukan tentang siapa yang memiliki tempat paling besar.

Bisa jadi, yang lebih penting adalah siapa yang mampu menciptakan pengalaman paling bermakna.

Karena kopi dapat dinikmati di banyak tempat.

Namun, pengalaman bertemu orang yang tepat pada waktu yang tepat tidak dapat dibeli dari sebuah menu.

Coffee shop mungkin hanya menyediakan ruang.

Tetapi manusia yang datang ke dalamnya yang menciptakan cerita.

Dari cerita itulah hubungan terbentuk.

Dari hubungan, komunitas dapat tumbuh.

Dan dari komunitas, kolaborasi dapat lahir.

Fenomena perubahan coffee shop dari tempat nongkrong menjadi ruang kolaborasi dan komunitas merupakan bagian dari perubahan gaya hidup masyarakat urban yang lebih luas. Perspektif mengenai bagaimana coffee shop berkembang menjadi ruang sosial, kreatif, dan kolaboratif juga dibahas dalam artikel “Coffee Shop 2026: Mengapa Tempat Nongkrong Kini Berubah Menjadi Ruang Kolaborasi?” di Ruang Archan.

Pada akhirnya, mungkin inilah alasan mengapa coffee shop tetap relevan.

Bukan hanya karena kopi yang disajikan.

Tetapi karena manusia selalu membutuhkan tempat untuk bertemu.

Dan terkadang, sebuah pertemuan sederhana di sebuah coffee shop dapat menjadi awal dari sebuah cerita yang jauh lebih besar. (acs)

d’AVERY Gandeng Aiu Ratna Rilis Ulang Single “Hidup Hanya Sekali”

d’AVERY Gandeng Aiu Ratna Rilis Ulang Single “Hidup Hanya Sekali”
d’AVERY Gandeng Aiu Ratna Rilis Ulang Single “Hidup Hanya Sekali”
d’AVERY bersama Aiu Ratna. Foto: Dok. Istimewa.

DIGRA.ID — Setelah cukup lama tak terdengar kabarnya, Aiu Ratna, mantan vokalis band Garasi, kembali menyapa penikmat musik Tanah Air. Kali ini, ia berkolaborasi dengan band rock alternatif d’AVERY lewat perilisan single berjudul “Hidup Hanya Sekali”.

Lagu tersebut sejatinya bukan materi baru. “Hidup Hanya Sekali” pernah dipopulerkan Garasi dan masuk dalam album ketiga mereka pada 2011. Namun, melalui tangan d’AVERY, lagu ini hadir dengan aransemen dan pendekatan musikal yang berbeda, tanpa menghilangkan esensi emosionalnya.

Kisah di Balik Kolaborasi Aiu Ratna dan d’AVERY

Aiu Ratna mengaku awalnya tak menyangka akan kembali membawakan lagu tersebut. Dalam siaran pers yang diterima Digra.id, Sabtu, 13 Desember 2025, Aiu menyebut dirinya baru mengetahui bahwa lagu “Hidup Hanya Sekali” ditulis oleh Dimas Pandu, vokalis d’AVERY yang akrab disapa Midas.

“Diajak berkolaborasi dengan teman-teman d’AVERY, aku baru tahu ternyata lagu ini ditulis oleh Dimas. Versi yang mereka rekam sekarang justru adalah gubahan aslinya,” ujar Aiu. Tanpa ragu, ia langsung menerima ajakan kolaborasi tersebut.

Aransemen Baru dengan Nuansa Rock Alternatif 90-an

Dalam versi terbaru ini, d’AVERY menghadirkan komposisi yang berbeda dari versi Garasi. Midas bersama Phanoz kembali menata lirik dan notasi lagu agar lebih selaras dengan karakter musik band yang mengusung nuansa rock alternatif era 1990-an.

Midas mengungkapkan, lagu ini memiliki perjalanan panjang sebelum akhirnya direkam bersama Aiu Ratna. “Sebenarnya lagu ini sudah saya siapkan untuk Aiu di album ketiga Garasi. Namun saat itu, Aiu keluar dari Garasi sebelum proses produksi album dimulai,” jelasnya.

Tentang d’AVERY dan Pesan Lagu “Hidup Hanya Sekali”

Band d’AVERY digawangi oleh Phanoz (drum), Indra (gitar), Damien (gitar), dan Midas (vokal). Melalui identitas musikal yang terinspirasi dari rock alternatif 90-an, d’AVERY berupaya mengajak pendengar bernostalgia lewat lirik-lirik yang jujur dan emosional.

Single “Hidup Hanya Sekali” mengangkat tema hubungan yang retak akibat kesalahpahaman dan ego. Kisah tragis tersebut berujung pada perpisahan karena absennya komunikasi, seperti tergambar dalam penggalan lirik:

“Semestinya kita berdua bercerita tentang kita, tentang rasa dan harapan. Seharusnya kau mencoba berbicara. Jangan diam, jangan bungkam dan menghilang.”

Menurut Midas, lagu ini mencerminkan keresahan yang sangat relevan dengan kehidupan masa kini. Konflik yang dibiarkan berlarut-larut, egoisme, serta sikap individualistis menjadi latar cerita utama lagu tersebut.

“Lagu ini kami tulis dari pengalaman pribadi—tentang seseorang yang memilih diam saat hal terpenting justru perlu dibicarakan. Hidup ini cuma sekali, jangan disia-siakan dengan kebisuan,” ungkap Midas.

Tersedia di Platform Digital

Dengan balutan vokal emosional dan lirik puitis, “Hidup Hanya Sekali” versi d’AVERY tak sekadar menjadi lagu cinta, melainkan refleksi tentang alasan untuk terus melangkah dan menjalani hidup dengan lebih bermakna.

Single “Hidup Hanya Sekali” telah resmi dirilis dan dapat dinikmati di berbagai platform digital, seperti Spotify, Apple Music, YouTube, dan layanan streaming lainnya sejak 9 Desember 2025.

Semangat Sumpah Pemuda Bergema di Digra Coffee: LSPI Kobarkan Optimisme Menuju Indonesia Emas 2045

Semangat Sumpah Pemuda Bergema di Digra Coffee LSPI Kobarkan Optimisme Menuju Indonesia Emas 2045
Acara yang diikuti oleh 72 peserta undangan ini menghadirkan suasana intelektual yang hangat dengan kehadiran tiga narasumber utama: Deni Wahyudi, penulis buku yang menggagas semangat kebangsaan; Filky, editor yang mewakili penulis utama Masykur Isnan yang tengah berduka; serta Kiki Siahaan, pegiat konsep Ubermensch, yang tampil sebagai tamu spesial dan memberikan perspektif segar tentang peran generasi muda dalam membangun Indonesia Emas 2045.
Acara yang diikuti oleh 72 peserta undangan ini menghadirkan suasana intelektual yang hangat dengan kehadiran tiga narasumber utama: Deni Wahyudi, penulis buku yang menggagas semangat kebangsaan; Filky, editor yang mewakili penulis utama Masykur Isnan yang tengah berduka; serta Kiki Siahaan, pegiat konsep Ubermensch, yang tampil sebagai tamu spesial dan memberikan perspektif segar tentang peran generasi muda dalam membangun Indonesia Emas 2045.(Ist)

DIGRA.ID — Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Lentera Studi Pemuda Indonesia (LSPI) menggelar acara Launching & Bedah Buku berjudul “Indonesia Emas 2045: Realisasi Peran dan Optimisme Generasi Muda Bangsa.” Kegiatan ini berlangsung di Digra Caffe, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Selasa (28/10/2025) sore.

Acara dimulai pukul 16.32 WIB dan dihadiri oleh 72 peserta undangan terbatas dari berbagai organisasi kepemudaan dan kampus. Hadir antara lain perwakilan dari SMI, GMNI UIN Jakarta, FMN UIN Jakarta, PMII Sadra, HMI Depok, serta komunitas pemuda dan pegiat literasi dari wilayah Jabodetabek.
Kehadiran lintas organisasi tersebut menunjukkan bahwa gagasan Indonesia Emas 2045 mampu menyatukan semangat kolaborasi antar generasi muda.

Sebagai narasumber hadir Deni Wahyudi, penulis buku; Filky, editor yang mewakili penulis utama Masykur Isnan yang sedang berduka; dan Kiki Siahaan, pegiat konsep Ubermensch. Diskusi dipandu oleh Abdullah Kel Rey.

Dalam sesi pemaparan, Deni menjelaskan bahwa buku ini lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya partisipasi pemuda dalam isu kebangsaan. Ia menekankan bahwa semangat menuju Indonesia Emas 2045 tidak boleh berhenti pada wacana, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan kolaboratif.

“Optimisme bukan sekadar semangat, tapi juga aksi kolektif. Generasi muda harus ikut menentukan arah bangsa, bukan hanya menjadi penonton,” ujar Deni.

Sementara itu, Filky menegaskan bahwa gagasan besar Indonesia Emas perlu diterjemahkan agar relevan dan mudah dipahami oleh pemuda di lapangan.

“Ide besar harus membumi. Pemuda yang aktif di lapangan perlu berintegritas dan menjadi agen perubahan,” katanya.

Sedangkan Kiki Siahaan menyoroti pentingnya disiplin dan keberanian dalam berpikir serta bertindak. Ia mengaitkan konsep Ubermensch dengan kebutuhan Indonesia akan generasi muda yang berani keluar dari zona nyaman.

“Negara-negara maju menjadikan disiplin sebagai budaya. Kita sering terlena oleh kenyamanan tropis. Indonesia butuh pemuda yang siap berjuang dan mengambil peran besar untuk masa depan,” tutur Kiki.

Sesi tanya jawab berlangsung hangat. Peserta menanyakan cara menjaga optimisme di tengah situasi politik yang tidak pasti, serta bagaimana konsep Ubermensch bisa relevan di masyarakat yang menjunjung nilai kebersamaan.

Acara berakhir sekitar pukul 18.10 WIB. Di penghujung kegiatan, para narasumber menegaskan bahwa optimisme generasi muda harus berpijak pada kesadaran kritis, kemandirian berpikir, dan aksi sosial nyata.

Melalui kegiatan ini, LSPI berharap momentum Sumpah Pemuda menjadi ruang refleksi dan inspirasi bagi generasi muda untuk bersama-sama menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045. (ACS)

Memperkuat Relasi POLRI dan Masyarakat Sipil di Momentum Hari Bhayangkara

[PRESS RELEASE]

[Press Release] Memperkuat Relasi POLRI dan Masyarakat Sipil di Momentum Hari Bhayangkara
Iradat Ismail, Sekjend FAPII., Direktur Kornas JAPI (Foto:Ist)
Memperkuat Relasi POLRI dan Masyarakat Sipil di Momentum Hari Bhayangkara
Oleh Iradat Ismail, Sekjend FAPII., Direktur Kornas JAPI

Setiap tahun, pada tanggal 1 Juli, Indonesia memperingati Hari Bhayangkara sebagai bentuk apresiasi terhadap jasa dan pengabdian Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI). Momentum ini seharusnya tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi juga menjadi refleksi untuk memperkuat relasi antara POLRI dan masyarakat sipil. Dalam konteks demokrasi, hubungan yang harmonis antara aparat penegak hukum dan warga adalah kunci terciptanya keamanan yang inklusif dan berkeadilan.

POLRI di Tengah Tantangan Masyarakat Sipil

Masyarakat sipil, yang terdiri dari aktivis, LSM, akademisi, dan kelompok masyarakat, memiliki peran penting dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum. Namun, seringkali terjadi ketegangan antara POLRI dan elemen masyarakat sipil, terutama dalam isu-isu seperti kebebasan berekspresi, penanganan demonstrasi, atau kasus-kasus HAM. Di satu sisi, POLRI bertugas menjaga ketertiban; di sisi lain, masyarakat sipil berjuang memastikan hak-hak konstitusional warga negara terlindungi.

Membangun Kepercayaan melalui Dialog dan Kolaborasi
Hari Bhayangkara bisa menjadi momen untuk:
1. Meningkatkan Dialog
POLRI perlu membuka ruang diskusi dengan masyarakat sipil untuk mendengar aspirasi dan kritik konstruktif. Forum bersama dapat mengurangi mispersepsi dan membangun pemahaman yang lebih baik.
2. Transparansi Penegakan Hukum
Masyarakat sipil kerap mempertanyakan objektivitas POLRI dalam menangani kasus tertentu. Dengan meningkatkan transparansi, POLRI dapat memulihkan kepercayaan publik.
3. Pelibatan Masyarakat dalam Program Community Policing
Konsep polisi yang melayani masyarakat, harus diperkuat. POLRI bisa berkolaborasi dengan komunitas lokal dalam pencegahan kriminalitas dan hanya bertindak sebagai penghukum.

POLRI sebagai Pelindung, Bukan Penguasa

Citra POLRI sebagai “sahabat masyarakat” harus benar-benar diwujudkan. Masih ada kesan represif dalam beberapa kasus, seperti pembubaran paksa unjuk rasa atau penggunaan kekuatan berlebihan. Di momentum Hari Bhayangkara, POLRI perlu menegaskan komitmennya untuk melindungi hak-hak sipil, bukan justru menjadi alat kekuasaan yang menekan kebebasan.

Penutup
Hari Bhayangkara adalah pengingat bahwa POLRI ada untuk rakyat. Dengan memperkuat relasi dengan masyarakat sipil—melalui dialog, transparansi, dan kolaborasi—POLRI dapat menjadi institusi yang benar-benar daulat dan dipercaya. Keamanan yang baik bukan hanya tentang ketertiban, tetapi juga tentang keadilan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia

Peringati Hari Buruh Internasional Serikat Pekerja Sektoral Selenggarakan Union Fest 2025

Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2025, Serikat Pekerja Sektoral akan menyelenggarakan Union Fest 2025 dengan tema “Growing With The Nation”.
Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2025, Serikat Pekerja Sektoral akan menyelenggarakan Union Fest 2025 dengan tema “Growing With The Nation”.
Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2025, Serikat Pekerja Sektoral akan menyelenggarakan Union Fest 2025 dengan tema “Growing With The Nation”.

 

DIGRA.ID – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2025, Serikat Pekerja Sektoral akan menyelenggarakan Union Fest 2025 dengan tema “Growing With The Nation”.

Acara ini diinisiasi sebagai bagian dari upaya memperkuat kebebasan berserikat, memperluas ruang konsolidasi, serta meningkatkan kapasitas intelektual pekerja/buruh di sektor Pelabuhan, Penerbangan, Transportasi, dan sektor-sektor Strategis Nasional lainnya. Peringatan May Day tahun ini menjadi momen penting untuk menegaskan kembali peran sentral pekerja/buruh dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan, sekaligus memperkokoh komitmen bersama menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Union Fest 2025 akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 3 Mei 2025, bertempat di Daerah Khusus Jakarta. Kegiatan ini akan diikuti oleh pengurus dan anggota Serikat Pekerja/Serikat Buruh dari berbagai perusahaan BUMN, BUMD, dan Swasta, serta turut mengundang perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan dan unsur pimpinan perusahaan. Jumlah peserta yang ditargetkan sebanyak 200 orang. Kehadiran berbagai unsur ini diharapkan mempererat hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.

Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2025, Serikat Pekerja Sektoral akan menyelenggarakan Union Fest 2025 dengan tema “Growing With The Nation”.

Adapun serikat pekerja yang turut hadir dalam Union Fest 2025 antara lain Serikat Karyawan AirNav Indonesia (SkyNav), Serikat Pekerja KSO TPK Koja, Serikat Pekerja Biro Klasifikasi Indonesia (SPBKI), GMF Employee Club (GEC), FSPSI Bersatu, Asosiasi Pengemudi Seluruh Indonesia (APSI), Serikat Pekerja NCPT 1, Serikat Karyawan Garuda (Sekarga), Serikat Pekerja TKBM JICT-TPK Koja, Serikat Pekerja TKBM Indonesia, SPFKK-PB, FSPTI-KSPSI DKI Jakarta, Serikat Pekerja Dok Kodja Bahari Grup, dan Serikat Pekerja Teluk Lamong. Keterlibatan berbagai serikat pekerja dan konfederasi ini mempertegas komitmen bersama dalam memperjuangkan isu-isu ketenagakerjaan nasional.

Union Fest 2025 dirancang untuk mencapai beberapa tujuan utama, yaitu mendorong terciptanya pekerja/buruh yang produktif, unggul, dan sejahtera sebagai pilar pembangunan nasional; menyediakan ruang penyampaian aspirasi dan pandangan pekerja/buruh secara damai, tertib, dan demokratis; serta meningkatkan kapasitas pekerja/buruh melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang akan menjadi wadah dialog, pembelajaran, serta penguatan peran strategis pekerja/buruh dalam hubungan industrial.

Melalui kegiatan ini, pekerja/buruh diharapkan tidak hanya memperjuangkan hak-haknya, tetapi juga mengambil peran aktif dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

Isu-isu utama yang diangkat dalam Union Fest 2025 meliputi penguatan kebebasan berserikat dan berorganisasi di tempat kerja, peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekerja, perlindungan hubungan kerja dan hak-hak normatif, peningkatan dialog sosial antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah, serta mendorong kontribusi pekerja dalam mendukung transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai solidaritas, kepedulian sosial, serta mempererat hubungan industrial yang harmonis.

Melalui penyelenggaraan Union Fest 2025, Serikat Pekerja Sektoral mengajak seluruh elemen ketenagakerjaan untuk berkontribusi aktif dalam membangun sinergi positif demi mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan. Dengan semangat “Growing With The Nation”, pekerja/buruh diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya memperjuangkan hak-haknya, tetapi juga berperan aktif dalam membawa kemajuan nyata bagi bangsa dan negara menuju Indonesia Emas 2045.

Menggali Inspirasi dari Alumni UMY: Ngopi Bareng Gubernur NTB terpilih dan Ketua Umum PP KAUMY

DIGRA COFFEE KAUMY KAMPUS UMY
KAUMY DIGRA COFFEE KAMPUS UMY
Dr. Lalu Muhamad Iqbal, M.Hub.Int – Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. – Dr. Mochammad Yana Aditya, S.E.,Akt.,M.M. (Tim Digra)

DIGRA.ID – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sudah sangat teruji dalam mencetak akademisi dan praktisi profesional yang mumpuni. Sehingga dalam kesempatan ini Alumni UMY yang tergabung dalam KAUMY menghelat Ngopi Bareng Gubernur NTB terpilih dan Ketua Umum PP KAUMY di  Digra Coffee, Famawati, Jakarta Selatan (04/02/2025).

Banyak alumni UMY yang sukses dalam karier dan pengabdiannya secara nasional, bahkan internasional. Satu diantaranya adalah Dr. Lalu Muhamad Iqbal, M.Hub.Int.

Alumni Fisipol Jurusan Hubungan Internasional UMY 1991-1996 ini patut menjadi contoh teladan dan kebanggan, karena berhasil terpilih sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) 2025-2030 setelah meraih suara terbanyak dalam Pilkada NTB 2024.

Sebelumnya, Mas Iqbal sudah masyhur (dikenal luas) sebagai diplomat ulung, menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Turki periode 7 Januari 2019 – 26 Juni 2023.

Selepas itu, Mas Iqbal didapuk menjadi Ketua Umum Asosiasi Diplomat Indonesia (ADI) melalui Kongres-I Organisasi Profesi Diplomat Indonesia pada 21 Desember 2023.

Keberhasilan Mas Iqbal ini tentu memberi kredit poin tersendiri bagi almamater UMY, membuktikan sebagai kampus unggulan bagi putra putri nusantara dalam menimba ilmu.

Nah, untuk mengenal lebih dekat dan mendalam tentang sosok Mas Iqbal, kalian generasi milenial (lahir antara tahun 1981–1996), Gen Z (kelahiran antara 1997–2012), ataupun para senior Gen X (kelahiran 1965–1980) semuanya wajib hadir.

KAMPUS UMY DIGRA COFFEE KAUMY
Alumni UMY yang tergabung dalam KAUMY menghelat Ngopi Bareng Gubernur NTB terpilih dan Ketua Umum PP KAUMY (Tim Digra)

Ngopi Bareng ini juga akan dihadiri oleh Dr. Mochammad Yana Aditya, S.E.,Akt.,M.M. yang biasa disebut Mas Yana, yaitu selaku Ketua Umum Pengurus Pusat KAUMY.

Mas Yana, juga mempunyai banyak prestasi sebagai Pejabat Top Level di perusahaan Swasta maupun plat merah, dari BUMD maupun BUMN.

Dr. Mochammad Yana Aditya, Ketua PP KAUMY di Digra coffee
Dr. Mochammad Yana Aditya, S.E.,Akt.,M.M., Ketua Umum Pengurus Pusat KAUMY. (Tim Digra)

Untuk itu para alumni UMY se-Indonesia khususnya yang berdomisili di seputaran Jabodetabek wajib datang! Selain ngobrol santai, juga bertemu kangen mengenang masa-masa kuliah di kampus dulu.

Acara ini diinisiasi oleh Abdul Gafur Ritonga (AGR) sebagai Sekretaris KAUMY Jakarta.

“Gelaran Ngopi Bareng ini sebagai forum silaturrahmi antar alumni UMY, dan harapannya bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa yang masih aktif,” ujar Gafur atau biasa dipanggil Ucok. (acs)

FKKB Ajak Gen Z dan Milenial Berpartisipasi Aktif pada Pilkada 2024

H. Ichwan Zayadi, S.E, Ketua Front Kader Ka’bah bersatu (FKKB) memberikan edukasi di depan para pemilih muda (Tim Digra)

DIGRA.ID – Front Kader Ka’bah bersatu (FKKB) untuk wilayah Daerah Khusus Jakarta mengajak para pemuda wilayah Jakarta Selatan untuk ikut serta dalam menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), pada acara Sosialisasi Pilkada 2024 bagi pemilih muda bertema “Anak Muda Ngopi Ngobrol Pilkada”, yang berlangsung di Digra Coffee and Eatery, Fatmawati, Jakarta Selatan. Sabtu (19/10) malam hari.

Dalam sambutannya, H. Ichwan Zayadi, S.E, selaku Ketua Front Kader Ka’bah bersatu (FKKB), yang telah menyatakan dukungan kepada pasangan nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno (Mas Pram-Bang Doel) di Pilkada Jakarta 2024, menekankan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat penting bagi generasi muda, untuk memberikan pemahaman mendalam kepada pemilih Gen Z dan Millenial mengenai proses pemilihan serta pentingnya partisipasi aktif dalam Pilkada 2024.

Menurut H. Ichwan Zayadi, acara sosialisasi ini sangat vital guna mengajak generasi muda berpartisipasi aktif dan mewujudkan Pilkada berintegritas. Diperlukan edukasi dan informasi berimbang agar dapat membawa anak muda sehingga tidak terperangkap oleh hal-hal negatif yang kerap muncul dalam pesta demokrasi ini.

“Ikut terlibat secara aktif minimal mengetahui pelaksanaan Pilkada 2024, apa-apa yang tidak boleh dilakukan, termasuk turut ambil bagian menjadi agen-agen masyarakat yang positif. Setelah dari sini, sosialisasikan kepada teman-temannya yang sudah memiliki hak pilih, ajak dan berikan pemahaman tentang apa yang sudah kalian ikuti dalam sosialisasi ini,” ujar H. Ichwan Zayadi, dihadapan 150 peserta pemilih muda di Jakarta Selatan.

H. Ichwan Zayadi, S.E, selaku Ketua Front Kader Ka’bah bersatu (FKKB) memberikan edukasi dihadapan 150 peserta pemilih muda di Jakarta Selatan (Tim Digra)

Dikesempatan itu, H. Ichwan Zayadi juga menegaskan bahwa dukungan kepada Mas Pram-Bang Doel memiliki alasan-alasan rasional untuk kemajuan dan tentunya kesejahteraan masyarakat Jakarta.

“Dan tentu saja dalam kesempatan ini, kami mengajak para pemilih muda untuk memilih Mas Pram dan Bang Rano, paslon yang kami usung. Karena FKKB sudah ‘menaruh hati’ pada pasangan nomor urut 3 Pramono-Rano Karno. Tentu berdasarkan logika dan program-program yang dicanang, bahwa Jakarta akan lebih baik. Dan alhamdulillah, tadi mereka sudah memahami, dan dengan semangatnya mereka (peserta yang hadir) memberikan masukkannya, kepada paslon nomer urut 3 pilihannya.” ungkap H. Ichwan Zayadi.

H. Ichwan Zayadi menegaskan, FKKB punya analisa strategis sehingga ketika mendukung pasangan nomor urut 3, dapat dipastikan akan diikuti langkah-langkah taktis guna mendulang suara sehingga menang dalam Pilkada 27 November 2024 mendatang. Dan pasangan Mas Pram-Bang Doel bisa merealisasikan program-program eksak yang mampu mensejahterakan masyarakat Jakarta.

“Kami sangat berharap, Mas Pram dan Bang Rano jika terpilih akan benar-benar menjalankan program yang di canangkan. Janji janji saat sebagai calon, walaupun dirasa tahun pertama akan terasa sangat sulit, tetapi paling tidak harus konsisten dijalankan.” Tandasnya.

KPU Jaksel Gandeng MD Kahmi Jaksel Guna Sosialisasikan Pilkada DKJ

KPU Jaksel Gandeng MD Kahmi Jaksel Sosialisasikan Pilkada Pada Masyarakat Jakarta
KPU Jaksel Gandeng MD Kahmi Jaksel Sosialisasikan Pilkada Pada Masyarakat Jakarta
KPU Jaksel Gandeng MD Kahmi Jaksel Sosialisasikan Pilkada Pada Masyarakat Jakarta di Digra Coffee, Famawati, Jakarta Selatan (13/10/2024).

DIGRA.ID – Menjelang proses pemilihan calon Gubernur dan wakil Gubernur jakarta KPU Jakarta selatan mengajak Kahmi Jakarta Selatan untuk menciptakan pemilih aktif dan pemilih yang memeriahkan pilkada 2024.

Ketua KPU Jakarta Selatan, Muhammad taqiyuddin menjelaskan masyarakat yang belum terdaftar segerakan mengecek apakah namanya sudah tercantum di dalam Daftar Pemilik Tetap (DPT) yang bisa dilakukan secara online maupun tatap muka.

” Jangan sampai hak masyarakat untuk memilih Calon Gubernur dan wakil Gubernur hilang karena tidak memilih, bahkan memilih ketiga tiga calon ( golput ), Ucapnya saat memberikan sosialisasi di Digra Coffee, Famawati, Jakarta Selatan (13/10/2024).

Sementara itu, Bendahara Kahmi Jakarta selatan, Harjono, mengajak para pemilih muda untuk lebih aktif dalam berpartisipasi di pilkada, momentum pilkada bagi pemula bisa dijadikan proses pemahaman awal terhadap politik.

” Jangan mau diarahkan untuk golput, sayang suara kawan kawan kalau tidak benar benar digunakan dengan baik. Proses pembelajaran pilkada bisa menjadi pemahaman awal kaum muda dalam partisipasi berpolitik.” Tegas Harjono.

sosialisasi di Digra Coffee
sosialisasi di Digra Coffee

Senada dengan Bendahara Kahmi Jaksel, Pengamat politik Muda, Arven Marta, kampanye merupakan kegiatan untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program calon gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota.

“ Kampanye yang disampaikan oleh para bakal calon Gubernur wujud dari pendidikan politik masyarakat yang dilaksanakan secara bertanggung jawab,” jelas arven.

KPU Jaksel saat ini sedang sangat masif memberikan sossialisasi ke masyarakat, harapan dari sosialisasi ini tingkat partisipasi masyarakat dalam pilkada bisa terwujud.

Back to Top