
DIGRA.ID — Setelah cukup lama tak terdengar kabarnya, Aiu Ratna, mantan vokalis band Garasi, kembali menyapa penikmat musik Tanah Air. Kali ini, ia berkolaborasi dengan band rock alternatif d’AVERY lewat perilisan single berjudul “Hidup Hanya Sekali”.
Lagu tersebut sejatinya bukan materi baru. “Hidup Hanya Sekali” pernah dipopulerkan Garasi dan masuk dalam album ketiga mereka pada 2011. Namun, melalui tangan d’AVERY, lagu ini hadir dengan aransemen dan pendekatan musikal yang berbeda, tanpa menghilangkan esensi emosionalnya.
Kisah di Balik Kolaborasi Aiu Ratna dan d’AVERY
Aiu Ratna mengaku awalnya tak menyangka akan kembali membawakan lagu tersebut. Dalam siaran pers yang diterima Digra.id, Sabtu, 13 Desember 2025, Aiu menyebut dirinya baru mengetahui bahwa lagu “Hidup Hanya Sekali” ditulis oleh Dimas Pandu, vokalis d’AVERY yang akrab disapa Midas.
“Diajak berkolaborasi dengan teman-teman d’AVERY, aku baru tahu ternyata lagu ini ditulis oleh Dimas. Versi yang mereka rekam sekarang justru adalah gubahan aslinya,” ujar Aiu. Tanpa ragu, ia langsung menerima ajakan kolaborasi tersebut.
Aransemen Baru dengan Nuansa Rock Alternatif 90-an
Dalam versi terbaru ini, d’AVERY menghadirkan komposisi yang berbeda dari versi Garasi. Midas bersama Phanoz kembali menata lirik dan notasi lagu agar lebih selaras dengan karakter musik band yang mengusung nuansa rock alternatif era 1990-an.
Midas mengungkapkan, lagu ini memiliki perjalanan panjang sebelum akhirnya direkam bersama Aiu Ratna. “Sebenarnya lagu ini sudah saya siapkan untuk Aiu di album ketiga Garasi. Namun saat itu, Aiu keluar dari Garasi sebelum proses produksi album dimulai,” jelasnya.
Tentang d’AVERY dan Pesan Lagu “Hidup Hanya Sekali”
Band d’AVERY digawangi oleh Phanoz (drum), Indra (gitar), Damien (gitar), dan Midas (vokal). Melalui identitas musikal yang terinspirasi dari rock alternatif 90-an, d’AVERY berupaya mengajak pendengar bernostalgia lewat lirik-lirik yang jujur dan emosional.
Single “Hidup Hanya Sekali” mengangkat tema hubungan yang retak akibat kesalahpahaman dan ego. Kisah tragis tersebut berujung pada perpisahan karena absennya komunikasi, seperti tergambar dalam penggalan lirik:
“Semestinya kita berdua bercerita tentang kita, tentang rasa dan harapan. Seharusnya kau mencoba berbicara. Jangan diam, jangan bungkam dan menghilang.”
Menurut Midas, lagu ini mencerminkan keresahan yang sangat relevan dengan kehidupan masa kini. Konflik yang dibiarkan berlarut-larut, egoisme, serta sikap individualistis menjadi latar cerita utama lagu tersebut.
“Lagu ini kami tulis dari pengalaman pribadi—tentang seseorang yang memilih diam saat hal terpenting justru perlu dibicarakan. Hidup ini cuma sekali, jangan disia-siakan dengan kebisuan,” ungkap Midas.
Tersedia di Platform Digital
Dengan balutan vokal emosional dan lirik puitis, “Hidup Hanya Sekali” versi d’AVERY tak sekadar menjadi lagu cinta, melainkan refleksi tentang alasan untuk terus melangkah dan menjalani hidup dengan lebih bermakna.
Single “Hidup Hanya Sekali” telah resmi dirilis dan dapat dinikmati di berbagai platform digital, seperti Spotify, Apple Music, YouTube, dan layanan streaming lainnya sejak 9 Desember 2025.